Tampilkan postingan dengan label BALAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BALAK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2009

Pasutri Korban Sambaran Petir

Rambangkuang, Agung Post
Musibah tidak terduga ini menimpa pasangan suami istri (pasutri), Parman (34) dan Laili (32), terjadi sabtu pekan lalu sekitar pukul 19.30, ketika keluarga ini sedang bersantai dan bercengkrama di ruang tengah kediaman mereka guna melepas penat setelah seharian bekerja di kebun karet.
Menurut Parman, warga dusun 6 Tambangrambang ini, menjelaskaan kronologis seputar musibaah yang menimpa mereka, "pada malam itu, hujan mengguyur dengan lebat di sertai guntur dan halilintar yang saling bersahutan, melihat keadaan cuaca yang buruk tersebut. Dirinya langgsung memadamkan aliran listrik genset dan mencabut seluruh jack lampu dari saklarnya dan peralatan elekronik lain". Ujar Parman.
Lanjut Parman, kemudian istrinya, Laili, menghidupkann lampu pelita/petromak sebagai penerangan ala kadarnya. Beberapa menit berselang kemudian secara tiba-tiba dan berlangsung teramat cepat, Parman melihat sekelebat sinar terang di sertai suara menggelegar dan membuat kedua nya sempat panik luar biasa, bahhkan Parman merasa sekujur tubuhnya bagai terpanggang oleh bara api.
Dalam hitungan menit, ketika suasana reda, kedua Pasutri tersebut mendapati televisi mereka hancur lebur menjadi serpihan-serpihan kecil. Tidak cukup sampai di situ, seluruh baraang Elektronik seperti VCD, Kulkas serta lemari besrta isinya, dinding dan atap rumaah ikut kena imbas bahkan jebol.
Disamping itu pula, Parman menndapati pakaian yang dikenakannya sudah gosong, adapun istrinya, Laili, hingga berita ini di turunkan mengalami gangguan pendengaran/tuli sebelah kiri yang cukup serius.
Menurut Parman, atas semua musibah ini dirinya berasumsi dan berkeyakinan sebagai cobaan dari Allah untuk menguji dirinya dan keluarganya, serta dirinya beserta istri tetap bersyukur masih di beri keselamatan bersama. "Kalau harta masih bisa dicari, mas", ujar Parman dengan logat jawa nya yang khas.
Pada malam itu juga, hal serupa di alami Zuber, pada malam itu usai menunaikan solat isya di Musollah dusun 6. "Ketika lampu padam dan petir menyambar, dirinya menyak-sikan pancaran api yaang menyambar keluar dari jek lampu". Menurut Zuber, yang kesehariannnya tokoh masyarakat dusun 6 Tambang-rambang, mengatakan hal ini adalah peringatan Allah agar kita lebih mendekatan diri dan meningkatkan amal ibadah. Ujar Zuber penuh prihatin. (And/Ded)

Makhlus Halus Terjepret Kamera

Rambangkuang, Agung Post
Kaget, begitulah eksperesi seorang dara belia, Saleha (18), saat melihat hasil jepretan kamera handphone jenis N73, yang menjepret dirinya bersama seorang temannya, di rumah tetangganya tepatnya pada malam Jumat pekan lalu. Sebab yang tampak tak hanya mereka tapi juga ada bayangan makhlus halus yang mengapit mereka.
Menurut Saleha, hal itu dilakukan secara iseng-iseng semata dan dirinya tidak menduga sama sekali kalau hasilnya akan demikian .Diakuinya, selama ini dirinya hanya melihat tayangan-tayangan di TV, majalah, cerita orang tua dan sebagainya, seputar penampakan mahluk halus. Namun pada malam itu, dirinya sempat bergidik ngeri juga, betapa tidak secara zohir di sebelah kanannya hanya terdapat sepotong pakaian tergantung di paku, namun secara kasat mata yang terabadikan oleh jepretan kamera handphone ternyata di sana terdapat sesosok makhluk halus yang tampangnya cukup menyeramkan.
Dirinya mengakui bahwa percaya terhadap yang ghaib merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Dan melalui pengalaman ini, diakui Saleha dapat lebih mempertebal keimanan dan keyakinan terhadap yang ghoib untuk dapat bertoleransi dalam dimensi alam masing-masing. ''Dan dengan pengalaman ini saya tidak merasa takut, karena menurut Saleha selaku umat beragama Islam, hanya Allah-lah yang wajib ditakuti,'' ujar putri sulung pasangan Abu Bakar dan Hayani yang saat ini tercatat sebagai Karyawati PT BRK.
Menanggapi hal ini, Andrian, alumnus Pondok Pesantrn Al Ittifaqiah Indralaya tahun 2000 lalu, ketika melihat hasil jepretan kamera handphone tersebut berkomentar ,Subha-nallah, inilah bukti kekuasaan Allah SWT yang menciptakan manusia dari zat yang zohir yaitu tanah dan menciptakan bangsa jin dari nyala api atau zat yang lathoif (halus). (and)

Diduga Mencuri, ABG kepergok warga

Rambangkuang, Agung post
Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat pasti akan jatuh juga. Mungkin itu adalah pepatah yang tepat buat seorang remaja tanggung, Irawan (14), yang tertangkap basah saat melakukan aksinya (mencuri) oleh warga Dusun VI Desa Tambanganrambang. Menurut Kadus VI, Roy (27), tertangkapnya pelaku (Irawan), adalah hasil pengembangaan dan tindak lanjut dari
laporan beberapa warganya melalui Ketua Bedeng Perumahan, Abu Bakar (40) yang sering kehilangan, baik berupa barang maupun uang, khususnya saat perumahan bedeng mereka ditinggal pergi bekerja.
''Pagi itu, Senin pekan lalu sekitar pukul 07.30, seorang warga, Yadi (48), secara kebetulan memergoki Irawan, yang hendak keluar dari dapur bedeng seorang warga yang ditinggal pergi
kerja. Merasa ada kejanggalan dan curiga, tanpa basa-basi lagi, Yadi, langsung menyerahkan terduga (Irawan) kepada pihak berwenang dalam hal ini Security PT BRK, Sopian (40), yang langsung menginterogasinya. Kepada Sopian, tertuduh akhirnya mengakui semua perbuatannya yang mengambil beberapa barang seperti rokok dan lainnya termasuk juga uang, di bedeng-bedeng warga perumahan ketika ditinggal pemiliknya kerja,'' tutur Roy.
Tak hanya itu Irawan juga mengakui, bahwa dalam melakukan aksinya hanya sendirian tanpa patner. ''Akhirnya dengan berbagai pertimbangan terutama karena yang bersangkutan masih anak-anak (abg), Sopian mengurungkan niatnya untuk menyerahkan terduga ke proses hukum selanjutnya. Dan, hendaknya dapat diselesaikan secara kekeluargaan,'' tegas Roy, bijak.
Ibu terduga, Meli, mengaku kesal atas kelakuan buruk anaknya, dan memohon maaf atas kelakuan anaknya serta secara damai mengganti barang maupun uang warga yang hilang. Kepada "Agung Post" Roy mengatakan, tampaknya kenakalan remaja bukan hanya sebatas kekerasan dan porno aksi saja, namun sudah merambat ke arah tindakan kriminal seperti pencurian. Mengingat pemuda merupakan tunas bangsa, maka hal ini hendaknya disikapi dengan keseriusan yang tinggi dan butuh perhatian ekstra dari orang tua. Dan janganlah orang tua itu, hanya mengejar materi duniawi semata karena materi bukan segala-galanya, karena ia hanyalah pelengkap.
''Sebab perhatian dan kasih sayang merupakan hal yang pokok yang dibutuhkan anak-anak di usia labil mereka dalam menemukan jati diri sebagai generasi penerus bangsa ini,'' tukas Roy. (and)