Tampilkan postingan dengan label Caram Seguguk OI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Caram Seguguk OI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2009

Pemda OI Peringati Hari Linmas dan Otonomi

Inderalaya, Agung Post
Belum lama ini, Pemda Ogan Ilir (OI) memperingati hari Perlindunngan Masyarakat (linmas) ke-47 yang dirangkum dengan hari Otonomi kedua. Bertindak sebagai Pembina upacara Bupati OI, H Mawardi Yahya sedangkan untuk pemimin upacara, M Thamrin Effendi SH yang juga sebagai kepala UPTB PBK OI.
Upacara yang berlangsung hikmad yang dilaksanakan di Halaman Pemda OI ini, diikuti kepala dinas/badan dan unsur muspida OI. Bupati OI, H Mawardi Yahya, dalam sambutan mengungkapkan, kepada jajaran anggota satuan Linmas OI diharapkan dengan bertambahnya usia, bertambah pula tingkat kedewasaan dan kualitas serta kuantitas dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
lebih lanjut Ia mengatakan, Linmas yang semula dikenal sebagai salah satu fungsi Pertahan Sipil (Hansip) didalam perjalanannya, berubah menjadi Linmas sebagai suatu lembaga dengan pembina berjenjang, menteri dalam negeri sebagai pembina umum, gubernur, bupati/walikota sebagai pembina teknis operasional satuan pelaksana kecamatan, desa dan kelurhan.
Salah satu tugas penting Satuan Linmas adalah ikut melakukan segala usaha dan kegiatan melindungi dan menyelamatkan masyarakat terhada bencana,sehingga membatasi/memperkecil jatuhnya korban serta mengurangi penderitaan masyarakat, mengingat bencana baik alam maupun bencana akibat ulah manusia dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda serta kerusakan alam dan ling-kungan.
Masih menurutnya,dalam mangantisipasi dan menang-gulangi kemungkinan terjadinya bencana, para anggota Satuan Linmas di Desa/Kelurahan baik secara perorang maupun secara satuan perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan kewaspadaan dini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat di Daerah,agar anggota Satuan Linmas mempunyai kepekaan,kesia-gaan dan antisipasi dalam menghadapi segala potensi dan indikasi timbulnya bencana.(uj)

Polres OI Peringkat III Tumpas Narkoba

nderalaya, Agung Post
Keberhasilan Polres Ogan Ilir (OI) dalam memberantas peredaran narkoba patut dibanggakan. Kapolres OI AKBP Aman Gane SH melalui
Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi baru-baru ini kembali berhasil menggagalkan pere-daran psikotrofika norkoba jenis daun ganja kering seberat 2 ons yang dilakukan dua orang warga Desa Tanjung Sejaro Kecamatan Indralaya Induk, masing-masing Bambang Heryadi (24) dan Fikri (30). Penangkapan dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat bahwa di 5 ulu Kertapati Palembang tengah berlangsung transaksi jual beli barang haram yang akan diedarkan di Desa Tanjung Sejaro Indralaya OI. Kontan saja Tim Narkoba dipimpin Kanit Narkoba Bripka Adriansah SH bersama Kanit Buser Ipda Herli SH Polres OI langsung membagi tugas penangkapan.
Dengan beranggotakan sebanyak 8 orang Satuan Narkoba dan Buser Polres OI, diantaranya Briptu Feriansah, Briptu Budi, Bripda Heri, Briptu Fahrurrozi, Briptu Romadani, Bripda Henri, dan Bripda Angga Eko, dengan kepiawaian mereka di antaranya ada yang langsung Ke lokasi dimana informasi tengah berlangsung transaksi dan sebagian lagi bertugas menghadang dimana pelaku akan lewat menuju Desa Tanjung Sejaro Indralaya OI.
Ketika dilakukan pengintaian ternyata pelaku benar telah bergerak untuk kembali kedesa mereka dengan mengendarai sepeda motor jenis bebek merek Honda Revo BG 4970 TE dikemudikan Bambang Heryadi berboncengan dengan Fikri.
Tepat di depan SPBU Timbangan 32 Indralaya Utara laju kendaraan mereka dihentikan petugas yang sudah siap dengan segala kemung-kinannya.
Merasa bahwa mereka telah berhadapan dengan petugas, Fikri dengan gerakannya langsung melompat dari kendaran dan berusaha lari, sehingga terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Berkat kepiawaian petugas pelarian Fikri dapat digagalkan, sementara Bambang Heryadi tidak dapat berkutik sama sekali.
Barang bukti berupa daun ganja kering seberat 2 ons yang ditempatkan di bawah jok motor berhasil diamankan petugas.
Penangkapan yang terjadi sekitar pukul 20.15 di depan SPBU Timbangan ramai disaksikan warga yang tengah menikmati indahnya suasana malam di-segitiga emas dengan latar belakang tugu perjuangan timbangan 32 Indralaya Utara OI itu.Terungkap dalam interogasi Sat Narkoba Polres OI, pelaku Bambang
Heryadi mengaku ini sudah untuk yang kedua kalinya mereka lakukan. Barang haram berupa daun ganja kering seberat 2 ons ini dapat dipaket menjadi160 paket yang dijual dengan harga Rp 5 ribu perpaket. Sebelumnya mereka telah berhasil memasarkan daun haram tersebut sebanyak 1 ons. Sasaran mereka adalah teman-teman dekat mereka yang berada di Desa Tanjung Sejaro Indralaya Induk OI.
Saat ditanya "Agung Post", mengapa begitu nekad melakukan perbuatan yang tercela dan haram di Bumi Caram Seguguk yang mempunyai moto kota "SANTRI" ini, Bambang Heryadi yangalumnus SMU I Indralaya mengaku karena terpengaruh lingkungan dan sulitnya mendapat pekerjaan. Lain halnya dengan Fikri, mengaku baru sekali ini ia lakukan, itupun karena ingin membantu Bambang Heryadi memuluskan negosiasi transaksi di 5 ulu yang notabene adalah teman-teman Fikri agar Bambang Heryadi tidak ditipu.
Menurut Kasat Reskrim melalui Kanit Narkoba Polres OI Bripka Adriansah SH pelaku, Bambang Heryadi dan Fikri melanggar Pasal 78 Ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun kurungan penjara. (gus)

Gemilang, Golkar OI Pemilu 2009 Sosok Mawardi Yahya lonjakkan suara

Indralaya, Agung Post
Keberhasilan Golkar di Caram Seguguk memang sudah diprediksi banyak pihak. Hal itu dapat dimaklumi karena sosok Mawardi Yahya yang sekarang menjabat sebagai Bupati OI memang memiliki kemampuan untuk menyedot simpati dan mendulang suara di berbagai dapil. Hal itu juga yang menjadikan para caleg bergelora semangatnya untuk terus melakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap para pemilih, baik sebelum maupun sesudah pemilu digelar.
Karena itu tak aneh jika perolehan suara Golkar mengalami kelonjakan yang cukup signifikan. Yakni dari 7 kursi pada tahun 2004 menjadi 10 kursi DPRD OI tahun 2009 ini.Beberapa caleg Golkar dari beberapa Dapil yang memperoleh suara terbanyak sudah dapat dipastikan menduduki kursi empuk DPRD OI 2009-2014. Diantaranya Caleg Golkar Dapil 1 Indralaya Induk, Utara, dan Selatan Andi Azhari H Puad SH caleg incumben.
Drs Achmad Yani MM, wajah baru Dapil 2 Kecamatan Pemulutan Induk, Selatan dan Barat, Dapil 3 Hj Sri Sundari Kosasih incumben, dan dapil 4 Zainal Aripin wajah baru 2009.Sehingga diperkirakan posisi Anggota Legislatif Partai GolkarDPRD OI 2009 mencapai 25%. Andi Azhari H Puad salah seorang yang dipastikan duduk kembali di DPRD OI kepada "Agung Post" disela-sela mengikuti penghitungan rekapitulasi suara di KPU OI mengakui, bahwa keberhasilan Partai Golkar OI dalam pemilu caleg 2009 tidak terlepas peran dan figur Ketua DPD Golkar OI yang juga Bupati OI Ir H Mawardi Yahya. ''Sosok beliau memang bagai magnet yang mampu menyedot suara. Sehingga dulangan suara kita di berbagai dapil sangat meningkat,'' ujar Andi, bijak.Menurut data sementara penghitungan rekapitulasi suara di KPU OI diperkirakan ada 6 orang caleg Partai Golkar wajah baru akan duduk di DPRD OI dan 4 orang wajah lama periode tahun 2004-2009.
''Kita wajib bersyukur atas masih cukup tingginya kepercayaan masyarakat kepada kami, tentunya pengalaman terdahulu menjadi modal dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi mereka dan menjadi patner pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan yang lebih baik lagi pada masa lima tahun kedepan. Tanpa bantuan masyarakat, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa,'' tambah Andi yang memang dikenal dekat dengan warga ini, serius.Masyarakat sudah betul-betul pintar dalam menentukan pilihannya dan tidak mudah diperdaya dengan hanya janji-janji Kosong. ''Mereka mempunyai tolak ukur keberhasilan perjuangan terdahulu yang telah mereka rasakan sendiri. Bersyukur bahwa kami telah terpilih kembali, sehingga secara bisa bersama-sama melanjutkan berbagai pembangunan yang belum selesai,'' tegas Andi. (gus)

Suasana Pasca Pemilu Caleg OI Kondusif Sempat terjadi tertukarnya rekap suara antardapil

Indralaya, Agung Post
PEMILU calon anggota legislatif (Caleg) 2009 baru saja berlalu, banyak peristiwa yang menjadi kenangan dicatat dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Tidak terkecuali di Kabupaten Ogan Ilir
(OI), sebagian orang menge-luhkan buruknya kualitas pemilu caleg 2009 ini. Kondisi yang paling dikeluhkan masyarakat adalah banyak warga tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) sehingga mereka tidak dapat menyalurkan haknya. Keadaan ini tentunya sangat bertentangan dengan fatwa MUI yang mengharamkan golput, namun sebaliknya yang justru terjadi di lapangan memaksa warga menjadi golput.
Hasil pantauan "Agung Post" untuk pelaksanaan pemilu legislatif di OI relatif lancar. Walau ada beberapa tempat pemu-ngutan suara (TPS) mengalami kendala, namun sepertinya tidak begitu berarti.
Permasalahan yang terjadi pada saat berlangsungnya pemungutan suara tanggal 9 April 2009 di beberapa TPS, seperti di Kecamatan Indralaya Utara adalah tertukarnya daftar model C1 dapil I ke
dapil III, menyebabkan tertundanya rekaf penghitungan suara hingga beberapa jam.
Di Desa Tanjung Sejaro Kecamatan Indralaya Induk mengharuskan dilakukannya pemilihan lanjutan karena tertukarnya surat suara.
Ketua KPU OI Amrah Muslimin, SE disela-sela kesibukannya saat jumpa "Agung Post" mengatakan sulitnya untuk berbuat yang tersempurna. Namun walau demikian KPU OI sudah berusaha berbuat maksimal. ''Sebagai manusia biasa sudah pasti ada kekeliruan dan ini bukan lagi rahasia umum,'' ujarnya.
Namun untuk terjadinya kecurangan dan pengge-lembungan suara, Ketua KPU OI Amrah Muslimin SE mengatakan tidak mungkin, hal ini dapat dilihat betapa aktifnya para saksi dari parpol, dan ketatnya petugas pengamanan dari Kepolisian sehingga menutup terjadinya pelanggaran tersebut. Terkait dilakukannya pemilihan lanjutan di Desa Tanjung Sejaro, Amrah Muslimin SE mengatakan itu terjadi karena kesalahan tertukarnya surat suara dapil I dengan dapil III. ''Namun alhamdulillah, hal itu pun dapat kita atasi berkat bantuan semua pihak,'' tegasnya.
Pelaksanaan pemiliu caleg 2009 secara kwalitas memang dirasakan banyak keku-rangannya. Seperti masih banyak warga masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT, padahal KPU telah memberikan waktu kepada masyarakat dalam tahapan pemilu terdahulu bagi warga masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT agar segera melapor ke RT setempat, tetapi mungkin kesempatan ini tidak dipergunakan warga, kemudian terkait surat undangan yang tidak sampai ke warga. Jadi, sebenarnya itu hanya menyangkut teknis penyampaian semata, seperti nama dan alamat warga tersebut tidak dikenal petugas seba-gaimana tertulis dalam un-dangan.
''Kemudian berubahnya sistem penentuan suara dari mencoblos menjadi mencontreng, dan lain-lainnya yang pelaksanaan sosialisasi ke warga mungkin kurang dipahami,'' ujar Ketua KPU OI Amrah Muslimin SE.
Pasca Pemilu Caleg 2009 di OI kondusif, pengamatan "Agung Post" Di lapangan terlihat bahwa kesibukan hanya terjadi di setiap PPK. Mereka melaksanakan tahapan pemilu berikutnya yaitu rekaf penghitungan suara ditingkat Kecamatan. Para caleg begitu sibuk turut memantau pelaksanaan penghitungan suara untuk mengetahui berapa banyak dukungan yang diperoleh. Bagi caleg yang mendapat suara sesuai kuota terlihat bergembira, tetapi sebaliknya bagi yang tidak mencapai kuota terlihat murung.
Salah seorang warga yang kebetulan menyaksikan suasana ini mengatakan, sejak awal sebetulnya sudah harus disadari, bahwa di OI jumlah caleg dari 31 parpol yang ada berjumlah 541 caleg sedangkan kursi tersedia untuk DPRD OI hanya sebanyak 40 kursi, artinya akan ada 501 orang caleg yang harus siap menerima kenyataan tidak terpilih alias siap menerima kalahan. (gus)

Tanpa Papan Merk Jembatan Muara Kuang Tanah Abang Terbengkalai

Muarakuang, Agung Post
Jembantan Penghubung antara Muarakuang ke Desa Tanah Abang terbengkalai begitu saja, jembatan yang dibangun pada Tahun 2006 itu hingga saat ini belum selesai. Terbengkalainya jembatan ini banyak dipertanyakan masyarakat. Ironisnya bangunan ini tidak ada papan merek sehingga tidak diketahui siapa kontraktornya, berapa dana, dan kapan limit penyelesaiannya pun tanpa ada diketahui.
Berdasarkan pantauan ''Agung Post'' di lapangan, sejak dibangun pada pertengahan tahun 2006 lalu hingga sekarang, tak hanya masyarakat setempat yang banyak dibuat dibingung akan keberadaan jembatan tersebut tapi juga masyarakat yang secara kebetulan melintas pun dibuat bingung. Hal itu dapat dimaklumi karena papan merk yang umumnya terpampang ternyata tidak ada. ''Kita kan jadi bingung Pak. Kapan dimulai dan selesainya jembatan ini. Juga pelaksananya siapa,'' ujar seorang pengendara motor yang sempat oleng saat menghindari sebuah lubang.
Saat ini, yang terlihat cuma kerangka besi saja. Itupun tampak sudah mulai karatan karena tak terawat. Belum lagi lumut yang menutupi tiap-tiap tiangnya, menjadikan jembatan tak hanya menakutkan tapi juga mengerikan.
Sementara itu petinggi-petinggi dari daerah ini seolah tutup mata. ''Memang untuk jalan ini bukanlah tanggung jawab mereka semata, tapi juga masyarakat setempat pun diminta untuk memeliharanya dengan ikhlas,'' tutur Edo (40) salah seorang warga Desa Tanah Abang. Edo juga mengharapkan hendaknya melalui pemberitaan ini kepada petinggi-petinggi dari Tingkat Pemrov dan pemerintah daerah harus memperhatikan pembangunan jembatan tersebut. (Ded)

Untuk Menjaga Persatuan Jaga Kelestarian Adat

Lubuk Keliat, Agung Post
Lembaga Adat turut berperan penting dalam menopang gerak laju pembangunan khususnya di Ogan Ilir. Demikian di sampaikan Bupati OI, H Mawardi Yahya, melalui Sekda OI, HM Daud Nurhasyim, Selaku Ketua Umum Lembaga Adat Kabupaten, ketika melantik Pengurus Lembaga Adat, belum lama ini, di Kecamatan Lubuk Keliat.
Dan lanjut H Daud, dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten bahkan di Kecamatan serta desa, Lembaga Adat di tuntut untuk lebih berperan aktif sesuai dengan 10 program/tugas pokok Lembaga Adat. Sebagai suatu bentuk perhatian Pemkab OI, di berikan bantuan alakadarnya, berupa uang sebesar Rp200ribu/bulan kepada masing-masing angota Lembaga Adat. "Memang di lihat dari jumlah nominal di terima itu tidaklah seberapa, namun untuk saat ini sesuai dengan kondisi kas keuangan Pemda, baru sebatas itu. Namun yakinlah di serta ketulusan dan keikhlasan dalam pengabdian, mudah-mudahan hal tersebut menjadi amal ibadah kita, hanya Allah-lah yang mampu memberikan balasan setimpal". Ujar Sekda OI.
Tambahnya pula, adapun kepada para Korpri/PNS di Kecamatan Lubukkeliat, bahwa kalian memikul tanggung jawab besar dalam mengemban tugas membangun OI umumnya dan Kecamatan Lubukkeliat khususnya. Untuk itu hendaknya jangan melalaikan tugas dan jangan loyo, bila anda (PNS) sorang guru/dinas/instansi hendaknya laksanakan tugas dengan tepat waktu dan layanilah pasien dengan baik, untuk anda yang bertugas sebagai Pelayan Kesehatan masyarakat. Ringkasnya, sebagai PNS jangan hanya bisa mempertanyakan hak semata, namun melalaikan tugas dan kewajiban, ingatlah semua itu akan di pinta pertanggung jawabannya di akkhirat kelak. Ujar H Daud, penuh keseriusan.
Tak kalah penting, Pemkab OI, menghimbau bahwa Pemilu Legislatif 2009 sudah di ambang pintu, jadi pada hari H-nya nanti, hendaknya jangan sampai golput/tidak memilih sebab 1 suara mempunyai nilai menentukan, dan juga masyarakat hendaknya dituntut untuk cerdas dalam memilih, artinya pilihlah utusan yang memeng benar-benar membawa kemajuan dan perubahan kearah lebih baik, serta menguntungkan desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bangsa dan negara.
Pada kesempatan itu juga, Ketua Harian Lembaga Adat Kabupaten OI, Supardi Rapanoi, beserta pengurus, ucapkan selamat atas di lantiknya Lembaga Adat di tiap-tiap Kecamatan yang tersebar di OI, kedepan hendaknya senantiasa menjalin koordinasi yang baik antara Lembaga Adat Kecamatan dengan Kabupaten.
Camat Lubukkeliat, Samrowi, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Kecamatan Lubukkeliat ini terdiri dari 10 desa dan mempunyai 4 macam bahasa di samping adat istiadat yang berbeda-beda pula. Jadi teramat pentinglah peran serta Lembaga Adat khususnya di Tingkat Kecamatan dalam merukunkan dan melestarikan adat istiadat dari berbagai suku adat di Kecamatan ini tanpa menciptakan adat yang baru. Hal senada di ungkapkan Camat Rambangkuang, Aprizal Hasyim, dalam event sama, mengatakan kecamatan Rambangkuang siap dukung apapun program Pemkab OI dalam pembangunan terutama dalam menjaga, dan meles-tarikan adat istiadat yang hampir punah dan di tinggalkan.
Begitu juga Camat Muara Kuang, Rositawati, menga-takan dengan di lantiknya lembaga adat kecamatan, hal tersebut merupakan tero-bosan positif yang membangun kedepan diha-rapkan dapat membantu pemerintah khususnya di kecamatan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat dengan background kultul adat dan budaya yang beraneka ragam.(and)